Posts

Petugas Imigrasi pun heran | JET Goes to Malaysia Angkatan Perdana (part 1)

Image
  Petualangan dimulai! 26 Oktober 2015 Briefing terakhir sebelum keberangkatan diberikan, ada satu siswa yang tidak masuk yaitu Ammar. Kata bundanya, Ammar sedang “galau” sejak semalam, mungkin karena untuk pertama kalinya bepergian jauh tidak bersama orang tuanya. Beberapa anak memilih mabit (menginap) di sekolah, karena memang jadwal penerbangan pagi sekali, Jam 06.25 wib. Sehingga dini hari sudah harus berangkat dan lebih aman bagi beberapa anak menginap di sekolah bersama Tim Pendamping, Bu Yuni dan Bu Danis, agar tidak kesiangan. Ammar, ternyata datang ikut menginap. Selain itu ada Gibran, Prasetya, dan Athaya. Athaya datang paling awal untuk menginap diantar ibunya. Melihat tas yang dibawa Athaya, duh berat sekali itu... 27 Oktober 2015 Hari keberangkatan tiba, Jam 01.00 wib anak-anak yang menginap di sekolah sudah siap berangkat, tinggal menuju kendaraan untuk ke bandara. Tepat jam 01.45wib kami segera meluncur ke bandara Soekarno Hatta. Tapi ups, nyaris tertinggal nih, Kame...

Jingga Edutrip (JET); Bukan perjalanan biasa...

Image
  Maret 2014, di Rumah Perubahan-Bekasi, saat acara Sarasehan Pengelola Sekolah Alam Nusantara, peserta berkesempatan mendapatkan kuliah inspiratif dari Prof Rhenald Kasali, sang pemilik tempat yang juga dikenal sebagai motivator. Salah satu yang disampaikan oleh beliau yang sangat menarik bagi saya dan istri adalah cerita tentang “memaksa” mahasiswa untuk “go internasional”. Rhenald Kasali menceritakan bahwa mahasiswa di kelasnya hanya 5% yang sudah memiliki paspor. Padahal 90% saat ditanya sudah pernah merasakan naik pesawat. Ini berarti mayoritas mereka hanyalah pelancong lokal. Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang ia asuh ia memulainya dengan memberi tugas mengurus paspor. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa paspor manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya p...

Jingga Edutrip perdana goes to Malaysia

Image
Angkatan perdana Jingga Edutrip (JET) goes to Malaysia 2015. Jingga Edutrip adalah sebuah program di luar sekolah, namun tetap mengusung metode dan kurikulum pembelajaran sekolah. Karena Edutrip bukanlah perjalanan biasa, namun penuh makna. Berkelana Jelajah Dunia..... Lihat keseruannya  disini  ya....

Exploring KLIA Terminal 2; It's more than Airport...

Image
KLIA terminal 2 atau KLIA2 adalah bandara untuk pesawat-pesawat low cost di Kuala Lumpur sebagai pengganti Bandara LCCT. Saat ini, dikuasai oleh LCCT terbaik dunia dengan slogan "Now Everyone can fly". Yup, Air Asia. Bandaranya besar sekali, luas terminal bandara ini 257.000 m2. Sangat besar untuk ukuran bandara khusus pesawat low cost carrier. KLIA2 termasuk bandara ke-20 tersibuk di dunia dan Bandara No. 19 terbaik di dunia! Amazing khan?  Setelah turun dari pesawat, menuju terminal ketibaan/arrival dan imigrasi, jaraknya lumayan jauh. Begitu juga sebaliknya dari terminal keberangkatan menuju boarding gate. Berharap saja dapat dengan nomor kecil, kalau dapat gate belasan, lumayan.... Saat awal menginjakkan kaki di KLIA2, kami sempat tidak yakin benar arah menuju terminal ketibaan dan imigrasi. Namun karena sign systemnya jelas, ketemu juga counter imigrasi setelah berjalan sekitar 20-30 menit. Jalan kaki dari  departure hall  ke  gate : ada  travelator , tapi ...

Apa yang Sudah Diberikan Para Traveller?

Image
Meng-google tulisan tentang backpacking atau traveling sangat mudah. Menyusun rencana perjalanan melalui data atau sekadar ikut menikmati tulisan yang disebar di dunia maya itu lumayan menantang adrenalin dan menyisakan pertanyaan, "Kapan ya bisa ke sana? Apa ya rasanya tinggal di sana? Makanan itu terlihat enak... Halal ngga ya? Berapa lama saya nabung untuk bisa ke sana?" Pertanyaan demi pertanyaan muncul mendesak diri untuk "minimal" bertekad kuat bisa mengembara ke tempat-tempat itu. Ya minimal, lah...maksimalnya bisa punya property di sana. Hihihi... Jujur aja nih...  JET  juga belajar banyak dari para blogger yang traveler. Alhamdulillah bekalnya sudah banyak nih. Stay tune ya. JEt siap-siap berbagi informasi untuk teman-teman semua. Anyway ... orang Indonesia sekarang gemar bepergian ke luar negri lho. Ini dia terkaan kami mengenai sebabnya: harga tiket penerbangan internasional (utamanya negara tetangga) lebih murah dari pada traveling ke luar negri. Terima ...

Kapan Ke Mana?

  Kru JET bertekad untuk menyelenggarakan perjalanan yang asik dan tentu saja sarat akan hikmah. Setelah April lalu kami ke Singapore dan Malaysia, perjalanan selanjutnya adalah Oktober 2015 dan Maret 2016. Perjalanan masih sekitar negara tetangga, yaitu Thailand dan Malaysia (lagi). Pendaftaran sudah tutup alhamdulillah. Oktober 2015 peserta yang terdaftar 16 orang sedangkan Maret 2016 sebanyak 42 orang. Masih mau ikut jadwal selanjutnya? Yuk intip Itinerarynya: 1. Paket Perjalanan 3H2M  Kuala Lumpur (Rencana  Keberangkatan November 2015) Itinerary Putra Jaya Jalan Alor Pasar Seni Masjid Jamek Dataran Merdeka KLCC Symphony Water Fountain Fasilitas Tiket Pesawat PP Penginapan 2 Malam Makan 6 Kali Air Mineral 6 Pax Transportasi Selama di Malaysia Biaya* Rp. 3.500.000 2.Paket Perjalanan 2 Hari Bangkok  (Rencana   Pemberangkatan Februari 2016) Itinerary Asiatique The River Front Chao Phraya River Wisata Kuliner Halal Museum Chulalangkorn University Museum 3D M...

Borderless dan Warga Dunia

Image
  Share kali ini terinspirasi dari tulisan Pak Rhenald Kasali di   Kompas.Com . Kita merasakan keprihatinan yang sama dengan beliau. Saat ini dunia sudah tak lagi berpembatas alias   borderless . Berpindah dari satu negara ke negara yang lain menjadi begitu mudah. Tinggal bagaimana kita memaknai dan membangun kehidupan sebagai bangsa yang beradab. Tak ada yang bisa membendung arus perpindahan itu karena perjalanan adalah fitrah kemanusiaan yang dilakukan semenjak lautan masih menjadi misteri bahkan sejak Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke dunia sebagai manusia pertama. Mereka berjalan hingga saling menemukan satu dengan lain dan melanjutkan "membangun dunia sesuai fitrah kemanusiaan". Lihatlah  Digital Nomad  satu di antara banyak jenis  manusia yang tak hendak dikekang oleh ruang, mereka berkreasi dan menginspirasi atau traveler yang bloger dan food reviewer yang memiliki prinsip tentang prioritas yang mungkin saja berbeda dengan kebanyakan orang. Silakan to...