Posts

Showing posts with the label SM Alam di Bekasi

Pemuda Pemudi Kampung menjelajah ASEAN | JET VI Malaysia-Thailand Mei 2016

Image
  Mereka adalah pemuda pemudi luar biasa Mereka hanya pemuda pemudi kampung di pinggiran Kota Bekasi Tapi mereka berani dan siap saat ditawari berpetualang.... Setahun yang lalu, mereka bahkan tidak berpikir dan menyangka mereka akan bisa naik pesawat, apalagi pergi ke luar negeri... Tapi mereka buktikan, bahwa Allah Maha Kaya, Allah Maha Berkehendak Mereka buktikan, bahwa dengan usaha keras dan maksimal hingga titik darah penghabisan, impian bisa diwujudkan... Saat diberi tahu ada promo tiket murah, mereka langsung menjawab : "Ya, kami mau!" Sementara orangtua mereka meragukan Karena memang penghasilan orangtua mereka hanya untuk menyambung hidup Mereka dengan yakin akan bisa berangkat dengan uang yang mereka kumpulkan sendiri Bukan dari orangtua mereka Dengan mencicil, mereka berhasil mengumpulkan biaya dari hasil jerih payah mereka sendiri Tapi halangan kembali hadir saat kelengkapan administrasi mereka membuat mereka tidak bisa membuat paspor Tidak punya akte kelahiran, K...

Jingga Edutrip (JET); Bukan perjalanan biasa...

Image
  Maret 2014, di Rumah Perubahan-Bekasi, saat acara Sarasehan Pengelola Sekolah Alam Nusantara, peserta berkesempatan mendapatkan kuliah inspiratif dari Prof Rhenald Kasali, sang pemilik tempat yang juga dikenal sebagai motivator. Salah satu yang disampaikan oleh beliau yang sangat menarik bagi saya dan istri adalah cerita tentang “memaksa” mahasiswa untuk “go internasional”. Rhenald Kasali menceritakan bahwa mahasiswa di kelasnya hanya 5% yang sudah memiliki paspor. Padahal 90% saat ditanya sudah pernah merasakan naik pesawat. Ini berarti mayoritas mereka hanyalah pelancong lokal. Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang ia asuh ia memulainya dengan memberi tugas mengurus paspor. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa paspor manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya p...